Topik: Content, Thought, Writing
Apakah itu metode ngeblog? Adakah sesuatu yang disebut metode ngeblog? Adakah bedanya dengan metode penulisan cerpen, novel ataupun artikel untuk media massa?
Posting kali ini lebih merupakan percikan pemikiran yang berguna saat kita mendalami kegiatan ngeblog.
Raj Dash, blogger Performancing, bertutur:
‘Bagaimana Anda menerapkan ‘metode’ dalam ngeblog?’ adalah suatu pertanyaan yang sukar dijawab jika Anda tidak benar-benar memahami apa yang disebut “metode”. Saya menerapkan beberapa metode beberapa bulan lalu, baik untuk riset blogging dan juga untuk ide film yang sedang saya kerjakan.
Hasilnya sejauh ini adalah bahwa saya belajar begitu banyak tentang manusia dan mengetahui bahwa bagaimana mereka berinteraksi dengan Anda tergantung apa yang mereka pikirkan tentang Anda. Di masa lalu, yang saya tahu adalah orang-orang berinteraksi dengan saya berdasar pada apa yang mereka tahu tentang saya sebelumnya.
Raj yakin, banyak blogger yang mampu mengkombinasikan teks, podcasts, dan vodcasts/vlogging, untuk memproyeksikan kepribadian-kepribadian.
Jika Anda, demikian Raj, mengetahui ada orang seperti itu yang menerapkan sebuah “metode” untuk kegiatan ngeblog mereka, tinggalkanlah link di forum komentar yang ada di blognya.
Dari situ Anda akan belajar bagaimana sebuah metode itu diciptakan, dan bagaimana setiap orang memiliki metode yang berbeda. Termasuk Anda, tentunya.
Bagi saya pribadi, interaksi yang intens antara blogger dan pembacanya, merupakan sumber metode yang membedakan kegiatan menulis di blog agak berbeda dengan kegiatan menulis di media massa.
Percakapan antara blogger dan komunitas pembacanya menjadi suatu hal yang tak terbantahkan.
Dan bukankah komentar-komentar yang ditinggalkan di setiap posting kita adalah sumber ide yang tak akan kering dan kemudian akan menjelma menjadi sebuah metode ketika kita menuliskannya?
Silahkan berlangganan
Rozy
May 13, 2008 at 9:56 am
Hmmm….Sumber ide yg berasal dari komentar. Satu hal yang sering terlewatkan oleh saya, walaupun yang namanya membalas komentar yang masuk sudah jadi bagian dari interaksi yang saya lakukan.
Oke, terima kasih atas sharing artikelnya Mas.
Salam kenal.
deniar
May 13, 2008 at 10:08 am
Yup, biarkan metode itu terbentuk dengan pola kita ngeblog secara berangsur dan perlahan. Nanti akan menemukan stylenya sendiri koq, betul bukan Pak?
Yang penting asal kita masih bisa memanfaatkan blog sebagai media berekspresi diri, itu saya rasa sudah lebih dari cukup.
daustralala
May 13, 2008 at 10:41 am
Betul. Kelebihan blog dengan media konvensional adalah interaktivitasnya.
Sambalewa
May 13, 2008 at 12:04 pm
Betul tuh, banyak ilmu yang bisa kita dapatkan dari ngeblog. Bisa nulis dengan indah adalah karunia terbesar dari ngeblog
GR
May 13, 2008 at 12:23 pm
Betul itu. Lumbung komentar adalah gudang inspirasi segar.
chatoer
May 13, 2008 at 4:33 pm
metode itu bisa ditentukan, karena setiap orang pasti memiliki ciri khas sendiri
abah oryza
May 13, 2008 at 8:07 pm
Berangkat dari sebuah pertanyaan yang dilemparkan oleh Abhijeet Mukherjee dalam tipsnya di blog dailyblogtips, beliau mempertanyakan “ Do you know your visitors?”.
yah pertanyaan sederhana sekaligus menggelitik saya sebagai blogger yang berniat menjadi pro blogger. ini sangat penting, karena ketika kita membuat sebuah blog dan menulis sebuah artikel, maka kita harus tahu dulu siapakah pembaca yang akan kita tuju?apakah pemula atau tingkat lanjut?
intinya ketahui siapakah pengunjung kita, maka kita akan tahu apa yang harus kita tulis dan strategi apa untuk menulis dengan pengunjung kita
Rafki RS
May 13, 2008 at 8:29 pm
Tanpa disadari dengan ngeblog kita jadi begitu produktif sebagai penulis. Jika rata-rata kita membuat tulisan untuk postingan di blog, 1 tulisan saja perhari, berarti kita akan menghasilkan kira-kira 300 lebih tulisan dalam setahun.
Dengan tulisan sebanyak itu, saya fikir tanpa disadari karena terus berlatih, kita akan menjadi penulis yang handal. Tinggal dikembangkan saja nantinya dengan menulis opini di media massa misalnya, menulis novel, atau membuat tulisan di jurnal dan sebagainya.
Fachia
May 14, 2008 at 12:07 am
wah tapi kadang saya kalo posting suka ngasal bahasanya gak jelas strukturnya,,hehe..
mbahmul
May 14, 2008 at 3:00 pm
komentar adalah sumber ide? iya ya..kok ga kepikiran ke situ ya…makasih idenya pak budi
asalbaca
May 22, 2008 at 2:14 pm
posting dan komentar adalah dua hal yg penting di dalam blog, kan gak mungkin komentar klo gak ada postingan?
dan tanpa komentar pun rasanya ada yg kurang dalam blog, dua-duanya saling berhubungan dan saling mendukung..klo komentar sebagai sumber ide menurut saya tergantung dari isi komentar itu juga sih, klo cuman PERTAMAX aku jamin kita malah bingung ntarnya.. 
adie
May 22, 2008 at 11:13 pm
itu dia bang budi! respond! itu yang bikin bloger idup,. (menurut aku lho bang), klo blog ga ada respond dari reader, jadi hambar, sama aja nulis di buku diary,. tapi ga bisa dibilang gitu juga mengingat fungsi utama dari weblog udah banyak mengalami pergesaran *sok paham* ha3x,. itu pendapat sayah aja bang, mohon tanggapannya yah,. thanks
prast
May 27, 2008 at 10:30 am
hmm..bagus banget tipsnya.
harus lebih serius nih untuk selalu intens dengan reader dengan membalas komentar mereka.