Tips Ngeblog by Budi Putra

Tips Desain: Wawancara Thomas dengan Avianto (2)

Topik: Advance Blogger, Beginner Blogger, Blog, Blog Tutorial, Blogging, Design, Guest Blogger, Themes

PENGANTAR — Bagi yang mengelola blog pribadi, salah satu hal yang susah-susah gampang adalah memilih templat atau desain buat tampilan blog. Tampilan blog memang bukan segala-galanya bagi kesuksesan sebuah blog, tetapi ada baiknya kita memperhatikan pertimbangan teknis seputar itu. Selain itu, ternyata kita juga harus memperhatikan sejumlah rambu-rambu terkait dengan standar Web saat memposting tulisan di blog.

Kali ini saya mengundang Thomas Arie Setiawan, salah seorang web desainer yang populer di kalangan blogger, sebagai guest blogger. Dia saya minta menuliskan tips-tips terkait dengan standar web. Kemudian ia menyerahkan serial tulisannya berdasarkan wawancaranya dengan Boy Avianto, seorang blogger yang memiliki pendidikan akademis dalam bidang ini. Semoga bermanfaat.

T: Kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri di Indonesia, hal seperti ini kadang ditempatkan dalam sebuah pertimbangan nomor sekian. Apakah hal seperti ini salah?

A: Tidak ada sebenarnya salah atau benar dalam situs web. Dunia ini masih baru, belum “baku” seperti dunia lainnya. Tetapi bisa kita bilang “tidak tepat”. Tidak tepat bukan berarti salah, tetapi akan mengakibatkan banyak resource yang terbuang.
Analoginya, apakah Anda akan membeli sebuah mobil mewah apabila Anda tinggal di gunung yang jalannya tidak beraspal dan berbatu-batu? Bisa saja (kalau Anda ingin pamer ke tetangga), tetapi apakah tepat?

Anda menyebutkan bahwa isu web-standard ini sudah cukup lama. Sebenarnya kapan sih isu ini digalakkan secara lebih santer?

Tahun 1998 adalah awal — saat ‘browser war‘ mulai mereda, saat masing-masing browser tidak lagi ‘kreatif’ menambahkan tag-tag yang tidak ’standar’ sesuai dengan W3C. Sejak itu… bagaikan bola salju. Itu yang terjadi di luar sana, di tahun 1998.

Bagaimana kondisi Indonesia saat itu (tahun 1998), terutama dalam perkembangan media web?

Kacau. Hampir semuanya masih mengejar ‘tampilan’ daripada ‘fungsi’. Dan lucunya, saat itu infrastruktur di Indonesia bahkan belum sanggup untuk mendukung hal tersebut.

Kalau dibandingkan dengan sekarang? Bagaimanakah perkembangannya?

Tidak banyak berubah. Tanpa bermaksud mengurangi nilai usaha rekan-rekan pendukung standar lainnya, tapi sepertinya kepedulian akan pengguna belum benar-benar disadari oleh banyak pemilik situs. “Terbaik dilihat dengan browser X” masih banyak terlihat. Padahal, itu sudah ketinggalan zaman beberapa tahun. Hampir semua situs web masih berorientasi kepada pemiliknya.

Ya, biarkan pembaca yang menyesuaikan dengan desain saya … Apakah kalimat tersebut bisa dikatakan seperti ini?

Tepat. Masih banyak desainer kita yang ego-oriented. Sayangnya apabila kita memilih profesi sebagai desainer web, yang pertama kali perlu dibuang adalah ego. Desainer web, dan juga desainer yang berhubungan dengan user adalah desainer yang mewadahi keinginan user.


Tips buat Pembaca Tips Ngeblog

Silahkan berlangganan

by Budi Putra on April 20th, 2007

Entri yang mungkin terkait

Post-Plugin Library missing

11 tanggapan untuk artikel ini


  1. firman firdaus
    Apr 20, 2007 at 5:06 pm

    hebat ya avianto itu? hehehe. Tapi kalo ngeliat webnya, biasa aja sih. hmm, jadi webstandard rasanya semakin absurd.


  2. Thomas
    Apr 21, 2007 at 2:34 am

    Mengenai disain, kalau yang dilihat hanya secara visual, bisa jadi sederhana. Tapi, ketika “menilik lebih dalam”, baru deh terasa bedanya…

    Tampilan yang sama bisa disusun dengan banyak metode (termasuk kode HTML yang digunakan). Sedangkan bagaimana dipresentasikan menggunakan stylesheet (design), bisa macam-macam juga…

    IMHO


  3. mr.bink
    Apr 21, 2007 at 11:45 am

    Karena kan ada iklan: kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda. Kesan itu dari tampilan juga kan?hehhee..Tapi ya kalau fungsinya gak jelas yang “selanjutnya terserah Anda” itu jadi gak menggoda…


  4. boedipoetra
    Apr 21, 2007 at 4:30 pm

    @ firman firdaus:

    Desain web yang memenuhi webstandard tidak selalu bisa dilihat dari tampilannya, tetapi baru terasa ketika kita lihat pakai browser yang ada di ponsel. Kalau tampilannya tidak berantakan, berarti desain webnya sudah memenuhi standar…


  5. sandynata
    Apr 24, 2007 at 6:53 pm

    “Terbaik dilihat dengan browser X” masih banyak terlihat. Padahal, itu sudah ketinggalan zaman beberapa tahun. Hampir semua situs web masih berorientasi kepada pemiliknya.

    tepat! jadi inget dulu pernah sampe debat kusir n gontok2an (nge-flame) di sebuah forum diskusi gara2 mbahas masalah web standart, hehehehehe…

    tapi ada tulisan yang cukup menarik juga disini, penilaian dari sudut pandang berbeda yang kayaknya sih bagus juga dibahas disini

    * pendukung web standart *


  6. Mamat
    Apr 29, 2007 at 6:10 pm

    Katanya tips desain, tapi mana tips-tipsnya, ya ??


  7. wawan
    May 1, 2007 at 5:38 pm

    aku masih bingung,apa yang diomongkannya ya


  8. dani iswara
    May 3, 2007 at 3:28 am

    mnrt saya, standar web:
    • ’simple is the best’
    • fleksibel
    • ramah pembaca (SE dan manusia)
    • efisien (relatif ringan dan cepat)
    » jd gak salah utk diikuti.. :)
    btw om2 desainer web negonya gemana ya dgn pemesan desain web.. :D


  9. Yogi
    May 5, 2007 at 11:16 pm

    @ firman firdaus
    Jangan pernah menilai dari tampilan aja mas :). Lihat juga kode2 yang digunakan serta optimalisasinya.

    Buat rekan2 yang mau baca wawancara saya dengan beberapa web designer handal Indonesia serta pendapat mereka tentang perkembangan dunia web design saat ini, bisa di baca di http://www.andrastudio.com/category/interview


  10. Kevin alfonzo
    May 15, 2007 at 12:18 am

    Hallo,
    Salam kenal dari saya

    Sebagai seorang pemula dalam dunia Blogging, masih banyak kekurangan yang saya miliki.

    Dan setelah membaca isi wawancara dalam blog ini. Bisa saya simpulkan, ternyata yang terpenting dari sebuah Blog atau Web adalah ‘CONTENT’ atau isi yang terkandung didalamnya.

    Wah makasih banget yach buat mas Avianto dan mas Budi.

    Dan semoga Blog Indonesia terus berkembang dan lebih kreatif. :-)


  11. Kuy
    Jun 8, 2007 at 11:23 am

    Masalah paling utama yang saya hadapi sebagai seorang web developer adalah justru ketidakpedulian _client_ dalam menanggapi web standard ini. Mereka lebih mementingkan kecepatan pengerjaan, fungsi dan tampilan daripada standard.

    Dan kalo dilihat dari mata client, web standard tidak bersinar seperti faktor2 lainnya. Dan menghabiskan waktu untuk meyakinkan client tentang ini is in most cases, a waste of time.

Punya komentar/tanggapan?