ADA satu hal yang sangat berkesan bagi saya ketika bertemu dengan Youk Tanzil, Presiden Indline, di kantornya yang luas dan nyaman di bilangan Ragunan, Jakarta, siang tadi. Tentu saja bukan karena obrolannya soal teknologi informasi yang visioner atau tentang sebuah rencana besarnya yang memang mengagumkan, tetapi karena suguhan buat saya di ruang kerjanya: secangkir teh hijau!
Sebelum saya sempat bertanya tentang “keterkejutan” saya soal suguhan teh hijau — hobi saya sejak sepuluh tahun terakhir, terutama setelah kembali dari Jepang tahun 1996 — mbak Ranza, staf Pak Youk langsung bilang, “Saya dapat bocoran dari blog kalau Mas Budi penggemar teh hijau.”
Luar biasa! Dari blog! Tapi eit, tunggu dulu! Blog siapa? Kalau dari blog saya jelas tidak mungkin: Sejak kapan saya menulis tentang teh hijau?
Dalam perjalanan balik ke kantor, saya mengirimkan pesan pendek soal bocoran teh hijau di blog kepada Mas Yasha, PR di Maverick, yang memperkenalkan saya dengan pak Youk. “Ha ha ha… memang blog khasiatnya lebih ampuh dari teh hijau manapun!” begitu isi balasan pesan pendeknya.
Di kantor, saya langsung membuka komputer dan mengakses halaman Technorati. Saya ketikkan “Budi Putra” di kotak pencari, srettt — nah langsung ketemu. Ternyata ada posting Overcaf’d dari Mas Kuncoro. Hehehe, dari sini toh biangnya
:
Balik ke Dakken lagi. Si Mas Budi Putra of Tempo ternyata punya hobbi lain yang afaik belum pernah ditulis di sederetan blog beliau: teh hijau. Dan teh hijau di sini tak mencakup satu pun teh celup, biarpun dijuduli high quality. Beliau juga menspesialisasikan kesukaan ke Teh Jepang. Ah, pantas saja.
Thanks anyway buat Mas Yasha, mbak Ranza, Mas Koen (dan Technorati, tentu …
)! Senang sekali dapat teh hijau di sore yang cerah ini.
Jadi, ampuh mana: blog atau teh hijau?
Silahkan berlangganan
Yasha
Dec 18, 2006 at 6:12 pm
Memang blog sungguh ampuh… Dulu waktu saya masih bekerja di sebuah televisi swasta, saya tidak mau orang tau blog pribadi saya, karena nanti ketauan sisi “non-formal” nya. Untungnya sekarang sudah bisa lebih bablas… he he
Terimakasih juga Mas Budi
alamster
Dec 18, 2006 at 10:41 pm
Ooooo, penggunaan teknologi yang tepat
ide bagus, kl harus hadapin tamu yang tak di kenal
Koen
Dec 18, 2006 at 10:43 pm
Blog dan teh hijau? Dari teh hijau,saya dapat ide untuk entry blog. Dari blog, Mas Budi dapat jamuan teh hijau. Dan dari sinergi keduanya, kelelahan malam ini bisa terhibur senyum. Salam dari ruang rapat, dikelilingi rapat yang masih berlangsung seru hingga tengah malam. Sebelum tidur nanti, saya akan coba sedikit teh hijau lagi. Bukan kopi. Benar2 sudah overcaffeinated hari ini :).
rendy
Dec 18, 2006 at 10:48 pm
nge teh yu….
*melupakan pengaruh koen yang meracuni saya dengan kopi*
:D
dendi
Dec 19, 2006 at 2:58 am
selamat ya mas. sudah jadi person of the year..
;-p
Emansa
Dec 19, 2006 at 7:55 am
Kalau saya ampuh mana, Blog atau Kopi? Karena belum pernah coba teh hijau, apa benar memiliki khasiat tertentu?
Paman Tyo
Dec 19, 2006 at 11:02 am
Aku suka teh! Kopi? Kadang bikin mules.
Hanya minum kopi kalo perut lagi kuat dan badan butuh.
Yasha
Dec 19, 2006 at 3:30 pm
He he… aku kebalik Paman Tyo… Kalo pagi harus minum kopi selain utk melek, tapi untuk merangsang perut supaya “membersihkan diri”
Koen
Dec 20, 2006 at 1:44 pm
@Yasha: Gue banget!!!
husni
Dec 20, 2006 at 9:02 pm
Udah pernah coba 16cha (十六茶) belum? Ini teh favorit saya. Terbuat dari 16 macam bahan.
mr.bink
Dec 21, 2006 at 4:06 pm
Apalagi minumnya di wedangan atau warung kopi atau angkringan atau hik solo..pasti nyuamlengg ditambah makan gorengan dan nasi bungkus..
mina
Dec 23, 2006 at 9:58 pm
mas budi, saya inget bahwa saya yakin saya pernah baca bahwa mas budi suka teh hijau itu bukan di blognya Mas Kuncoro.
saya inget2 lagi, ah ya, ternyata mas budi sendiri loh yang nulis, di comment mas budi untuk Priyadi di postingannya yang berjudul: “Seleb Blog”. waktu itu mas budi nulis gini: “Saya memperkirakan posting “legowo” om Pri ini akan mencapai angka 200! (taruhan ditraktir teh hijau).”
Budi Putra
Dec 25, 2006 at 3:54 pm
@ mina:
benar, tapi komentar saya di blog priyadi itu setelah posting “mencari sumber pengompor” teh hijau di blog saya. thx