Topik: Mobile Technology, Personal Technology

Emirates menjadi maskapai penerbangan pertama yang memperbolehkan penumpangnya menggunakan telepon seluler selama penerbangan.
Pada pertengahan pekan lalu, petinggi Emirates mengumumkan kerja sama senilai US$ 27 juta antara perusahaannya dan AeroMobile, penyedia teknologi in-flight mobile phone.
Teknologi AeroMobile itu memungkinkan ponsel beroperasi pada setelan kekuatan pancaran paling minimumnya sehingga aman untuk digunakan di atas pesawat terbang. Emirates juga berencana menambahkan kemampuan komunikasi data melalui GPRS dan Internet. Itu pun jika sistem komunikasi satelit selesai ditingkatkan pada tahun berikutnya.
Namun, masih ada pembatasan. Awak kabin akan meminta penumpang yang ingin menggunakan ponselnya pada malam hari hanya untuk mengirimkan layanan pesan pendek (SMS). Selain itu, ponsel harus disetel dalam modus hening (atau tak menggunakan nada dering) agar tak mengganggu penumpang lainnya.
Pembatasan juga berlaku pada jumlah panggilan telepon yang diperkenankan pada waktu yang bersamaan, yakni lima panggilan. Saat ini beberapa armada Emirates telah menyediakan layanan percakapan telepon yang terdapat di kursi penumpang kelas khusus.
Layanan ini pertama akan diterapkan pada armada Boeing 777 pada Januari 2007, termasuk rute London-Dubai. Kemudian akan diperluas ke semua armada, khususnya untuk penerbangan jarak jauh.
Koran Tempo, 13 November 2006
Silahkan berlangganan
XL Resmi Gelar Layanan 3G, Ganti Operator, Nomor Tetap, Selamatkan Data di Communicator, Ponsel 3G Sony Ericsson W950i, Duel 3G: UMTS Versus 1xEV-DO, Raih Pengunjung via RSS Feed, Serba Seluler di BLOGPONSEL.COM, Superkomputer Pertama IBM,
aRdho
Nov 13, 2006 at 4:10 pm
lho? bukannya selama ini udah bisa telponan di pesawat ya?
Riyan Wiraputra
Nov 14, 2006 at 4:30 am
Kayanya cuma bisa pakai telepon satelit. Kalau GSM atau CDMA mana terjangkau sinyalnya hehe
Mbilung
Nov 14, 2006 at 4:15 pm
lha…telpon dari pesawat (bukan dengan ponsel) sudah dari dulu ada di banyak maskapai untuk semua kelas penerbangan.
Riyan Wiraputra
Nov 14, 2006 at 6:35 pm
#3
mr.bink
Nov 17, 2006 at 1:16 am
kira-kira Indonesia kapan ya????ehh..sekarang juga udah bisa ding,saya juga sering lihat orang yang berkomunikasi ketika di pesawat…cuman ketika pesawatnya belum terbang..hehehehhe
iman Brotoseno
Nov 17, 2006 at 10:36 am
suatu giant leap ke depan…hanya di Indonesia, udah biasa 2 detik sebelum take off pun orang masih ngobrol pakai HP di pesawat..
ANZA
Nov 27, 2006 at 8:06 pm
Regulasinya (FAR/JAR) sih belum ada bertelepon ria HP GMS/CDMA saat pesawat sedang in-flight, apalagi take-off & landing. Karena bisa mengganggu ILS/Nav/Comm. pesawat.
Mungkin yg diperbolehkan adalah SATCOM (Inmarsat/Iridium system atau similar dengan itulah) dengan cara : dipesawat diberi repeater / semacam BTS sehingga BTS bisa translate dari frekuensi GSM/CDMA ke L-Bandnya SATCOM untuk ditransmisikan ke GES (Ground Earth Support).
Jadi BTS tersebut akan dikonek langsung ke LRU’s SATCOM pesawat sebagai data/voice.
Simple…kan ?!.
Di Indonesia kalau mau bisa aja : perangkatnya Iridum ST3100 atau ST3500 transceiver diport datanya dinterfacekan ke BTS untuk aircraft (suppliernya ?).
Problemnya sebelum dipasang BTS tersebut, fuselage pesawat dilapisi / dibraid tembaga agar “near field”nya HP GSM/CDMA tidak mengganggu (radiated/conducted) kabel maupun peralatan LRU’s Nav/Com/Advisories dipesawat….
Begicu…:)-
Mustahyudi
Jan 13, 2007 at 3:27 pm
wah telepon di pesawat saya setuju banget, karena salah satu pengontrol situasi saat penerbangan lebih meyakinkan keluarganya, tidak seperti adam air masa hilang begituaja… thanks.
Mustahyudi
Jan 13, 2007 at 3:38 pm
telpon dipesawat bagus tuh, berarti provider celluler harus meningkatkan power frekuensi juga dong… sebab didarat aja kadang sinyal naik turun….
Quality Indonesian Blogger » Blog Archive » Silakan Berponsel di Pesawat
Jan 23, 2007 at 4:45 am
[...] Aggregated from budi by Asian Blogger Community [...]