Tips Ngeblog by Budi Putra

Kiat IBM Siasati Bisnis TI

Topik: Update

ibm_logo.jpg

Bagaimana masa depan bisnis teknologi informasi (TI)? Apakah masih terfokus pada perangkat keras ataukah peranti lunak, content, dan layanan yang jauh lebih menjanjikan?

Si Raksasa Biru IBM menjawabnya dengan menjual divisi personal computer-nya kepada produsen komputer asal Cina, Lenovo, tahun lalu dan mengakuisisi puluhan perusahaan peranti lunak dan content sejak lima tahun terakhir.

Luar biasa. IBM mengakhiri sejarahnya sendiri dengan menjual divisi PC-nya: bukankah komputer pribadi identik dengan IBM karena memang perusahaan inilah yang pertama kali memperkenalkannya kepada dunia?

Tapi romantisisme tidaklah berarti apa-apa di tengah persaingan bisnis yang kian ketat dewasa ini.

Pekan lalu, saya bertemu dengan Erwin Sukianto, Country Manager Software Group PT IBM Indonesia, di kantornya. Menurut dia, IBM saat ini lebih berfokus pada bisnis “high value” dan bukannya “high volume“.

“Secara teknis, IBM kini adalah sebuah service company, perusahaan yang menawarkan layanan-layanan bisnis,” ulas Erwin.

Perusahaan ini baru saja mengumumkan rampungnya proses akuisisi FileNet Corporation, sebuah perusahaan swasta yang berpusat di Costa Mesa, Calif, melalui sebuah transaksi tunai bernilai kurang-lebih US$ 1,6 miliar atau US$ 35 per lembar saham.

FileNet adalah penyedia solusi pengelolaan content dan proses bisnis. Akuisisi ini didasari oleh inisiatif information on demand IBM untuk memanfaatkan peluang pasar yang terkait dengan kombinasi peranti lunak, layanan, mitra, dan keahlian konsultasi industri yang dimiliki IBM.

Raksasa Biru juga mengumumkan telah menyelesaikan proses akuisisi MRO Software Inc., sebuah perusahaan publik yang berbasis di Bedford, Mass.

Layanan konsultasi dan peranti lunak pengelolaan layanan dan aset MRO digunakan oleh berbagai perusahaan top dunia mengelola cara mereka membeli, merawat, dan “memensiunkan” aset mereka di berbagai industri, termasuk utilitas, pemanufakturan, energi, farmasi, dan telekomunikasi.

Sebelumnya, IBM mengumumkan telah mengakuisisi Webify Solutions, sebuah perusahaan swasta yang berpusat di Austin, Texas, yang menyediakan layanan dan peranti lunak industri spesifik untuk membangun arsitektur berbasis layanan alias SOA.

Budi Putra
Koran Tempo, 29 Oktober 2006 | e-culture


Tips buat Pembaca Tips Ngeblog

Silahkan berlangganan

by Budi Putra on October 29th, 2006

4 tanggapan untuk artikel ini


  1. Andry
    Oct 30, 2006 at 12:47 am

    Wajah IBM mulai berubah saat mereka serius mencaplok Rational. Lalu adanya ‘the second faces of IBM’, IBM memang sekarang lebih mirip konsultan ketimbang vendor PC.


  2. boedipoetra
    Oct 31, 2006 at 11:55 pm

    @ Andry:

    Ya kita harus melihat lagi semangkus apa strategi ini ke depan. Sementara HP mengakuisisi Compaq, IBM malah melepaskan Divisi PC-nya. Siapakah yang bakal menang, tentu harus kita lihat.


  3. Nofie Iman
    Nov 6, 2006 at 11:29 pm

    Divisi laptop IBM dijual ke Lenovo karena memang marginnya teramat tipis. Toh, dengan dijual ke Lenovo IBM juga tidak begitu menanggung risiko. Kalaupun untung, IBM juga kena imbasnya. Dan lagi, IBM dapat kompensasi saham atas Lenovo.

    Ke depannya, IBM (dan perusahaan lainnya) akan mengikuti model bisnis semacam ini: jual aset/bisnis yang tidak terlalu menguntungkan dan beli aset/bisnis yang memberi value added tinggi.


  4. Quality Indonesian Blogger » Blog Archive » Kiat IBM Siasati Bisnis TI
    Jan 22, 2007 at 11:19 pm

    [...] Aggregated from budi by Asian Blogger Community [...]

Punya komentar/tanggapan?