Tips Ngeblog by Budi Putra

Duel 3G: UMTS Versus 1xEV-DO

Topik: Budi Putra, Column, Writing

tv_cellphones.jpg

Akses jaringan berpita lebar memang jadi impian bagi pengguna teknologi yang hobi berselancar di Internet, melakukan transfer data, dan bermain multimedia.

Kini konsumen sudah bisa menikmati akses Internet pita lebar nirkabel di telepon seluler tanpa harus repot-repot mencari hotspot–sentra akses wireless fidelity (Wi-Fi) yang tak selalu gampang ditemukan. Kini Andalah yang jadi hotspot-nya!

Semua itu berkat teknologi evolution data optimized alias 1xEV-DO, evolusi teranyar dari teknologi seluler CDMA2000 1x.

Layanan multimedia, seperti video streaming, video sharing, tele-conference, hingga mobile TV, akan dapat dinikmati dengan mudah di ponsel–semudah menggunakannya di laptop.

Di Indonesia, pengguna layanan bergerak CDMA 1x akan segera menikmati layanan ini. Mobile-8 Telecom sudah meluncurkan layanan tersebut untuk wilayah Jakarta.

Tiga operator lain, Telkom (Flexi), Indosat (StarOne), dan Bakrie Telecom (Esia), juga dikabarkan segera meluncurkan layanan serupa menyusul keberhasilan uji coba teknologi ini.

Sejak versi 1xEV-DO Rilis-0 dengan kecepatan data maksimum 2.400 kilobita per detik (kbps), generasi ketiga dari jalur CDMA ini berkembang dengan cepat.

Misalnya 1xEV-DO Revisi-A memiliki kecepatan maksimal 3.100 kbps dan 1xEV-DO Revisi-B memiliki kecepatan maksimum mencapai 46 ribu kbps alias 46 megabita per detik!

Bandingkan dengan generasi teranyar jalur GSM, 3G W-CDMA/UMTS, yang kini diusung oleh Telkomsel dan Excelcom, hanya memiliki kecepatan maksimum 2.000 kbps. Atau bahkan jika dibandingkan dengan high-speed downlink packet access (HSDPA) yang memiliki kecepatan maksimum 14.400 kbps.

Pertarungan dua kubu ini makin seru, kan? Yang jelas, bagi konsumen, pertarungan dua kubu ini akan sangat menguntungkan: mereka bisa memilih mana yang terbaik menurut mereka.

Jenis teknologi tampaknya tidaklah terlalu penting bagi mereka. Yang mereka cari hanyalah layanan mana yang lebih nyaman, praktis, dan tarifnya kompetitif.

Layanan 3G UMTS sudah diluncurkan di Indonesia dan kita masih harus melihat bagaimana pasar akan meresponsnya.

Begitu juga dengan 3G 1xEV-DO: kita juga masih harus menunggu apakah 3G-nya CDMA ini bisa menemukan momentumnya di pasar yang luas dan unik seperti di Indonesia.

Atau kedua-duanya akan sama-sama pusing tujuh keliling?

Budi Putra
Koran Tempo, Minggu 8 Oktober 2006 | e-culture

KUBU GSM:

GPRS
Standar: 2,5-G
Kecepatan maksimum: 160 kbps

EDGE
Standar: 2,75-G
Kecepatan maksimum: 384 kbps

W-CDMA/UMTS
Standar: 3-G
Kecepatan maksimum: 2.000 kbps

HSDPA
Standar: 3,5-G
Kecepatan maksimum 14.400 kbps

KUBU CDMA:

CDMA2000 1x
Standar: 2,75-G
Kecepatan maksimum: 153 kbps

CDMA 1x EV-DO Rel-0
Standar: 3-G
Kecepatan maksimum: 2.400 kbps

CDMA 1x EV-DO Rev-A
Standar: 3-G
Kecepatan maksimum: 3.100 kbps

CDMA 1x EV-DO Rev-B
Standar: 3-G
Kecepatan maksimum: 46.500 kbps


Tips buat Pembaca Tips Ngeblog

Silahkan berlangganan

by Budi Putra on October 8th, 2006

2 tanggapan untuk artikel ini


  1. Priyadi
    Oct 9, 2006 at 11:17 am

    saya dukung UMTS, standar yang berlaku lebih global, bukan standar yang dipaksakan sehingga sekarang kita punya dua jenis jaringan yang salah satunya tidak kompatibel dengan negara tetangga dan sebagian besar negara lain.


  2. Anom
    Nov 17, 2006 at 10:00 pm

    Seiring dengan kemajuan jaman, perkembangan teknologi selalu dituntut untuk memberikan teknologi yang cepat dan murah. Dan solusinya saat ini adalah CDMA, dan kedepannya semua teknologi komunikasi akan menggunakan jaringan CDMA. Karena selain kecepatan transfer data yang tinggi, biaya investasi untuk membangun jaringan ini lebih murah. itulah mengapa tarif telpon dan internet pada CDMA lebih rendah dari GSM.
    Kalo ada pihak-pihak yang masih mempertahankan teknologi GSM yang sudah kuno, itu sah-sah aja. Mungkin mereka merasa terlanjur beli dan rugi untuk membuang HP GSM mereka yang harganya mahal-mahal dengan kemampuan 3G, UMTS atau WiFi dan kamera 3 megapixel…

Punya komentar/tanggapan?