Tips Ngeblog by Budi Putra

Bravo, Hacker!

Topik: Column, Writing

hacker.jpg

Banyak cara hacker untuk menyusup ke komputer kita. Seorang hacker dari Eropa Timur, misalnya, dengan program bernama port scanner, bisa dengan mudah menjajal tiap “pintu belakang” komputer korban yang tak terkunci. Setelah itu, komputer bisa dikendalikannya kapan pun ia mau.

Itu terjadi pada lebih dari 300 ribu komputer yang terhubung ke Internet setiap hari.

Menurut Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI), tahun lalu kerugian yang diakibatkan para penjahat online ini sempat mencapai US$ 67,2 miliar atau sekitar Rp 616 triliun. (Koran Tempo, 26 September 2006).

Ya, ada dua hantu yang kini paling ditakuti di dunia: teroris dan hacker. Yang pertama mengancam nyawa manusia dan berdampak secara politik, yang kedua mengancam komputer dan berdampak secara ekonomi dan bisnis.

Yang satu ditakuti oleh para pemimpin politik dan satunya lagi ditakuti oleh direktur perusahaan besar. Pendeknya, bagi kedua makhluk yang berkedudukan sebagai bos ini, hidup pasti akan lebih indah tanpa hantu-hantu itu.

Tapi, yang namanya hantu, tak pernah mau berlalu begitu saja. Begitu juga para hacker ini. Mengapa mereka sangat doyan menyusup dan mengusik?

Ada banyak motivasi yang melatari hacker dalam beraksi: sekadar pamer kekuatan, menguji kemampuan, menjawab keingintahuan, atau karena ketagihan.

Bahkan ada juga hacker yang niatnya membantu. Mereka, misalnya, membobol kode-kode tertentu dan membaginya kepada siapa saja yang membutuhkan. Alasannya, bukan orang berduit saja yang berhak terhadap informasi.

Selain itu, ada juga hacker yang secara profesional memang dibayar untuk mencari kelemahan suatu produk atau teknologi.

Namun, menurut seorang pakar komputer, meski dirasakan lebih banyak menimbulkan kerugian, keberadaan hacker tidak bisa dinafikan dalam sejarah perkembangan komputer. “Di mana ada komputer, di situ ada hacker,” ujar sang pengamat.

Malah, katanya lagi, sejatinya mereka juga ikut membantu membesarkan dunia komputer.

“Merekalah yang membuat para insinyur teknologi tak boleh lengah, tak boleh rakus, dan harus bersedia dikoreksi kelemahan-kelemahan yang terdapat di dalam produknya,” ulasnya lagi.

Bravo, hacker!

[Budi Putra -- Koran Tempo, 1 Oktober 2006 | e-culture]


Tips buat Pembaca Tips Ngeblog

Silahkan berlangganan

by Budi Putra on October 1st, 2006

Entri yang mungkin terkait

Post-Plugin Library missing

23 tanggapan untuk artikel ini


  1. risiyanto
    Oct 1, 2006 at 11:18 pm

    > ada dua hantu yang kini paling ditakuti di dunia: teroris dan hacker.
    Ada asap ada api, teroris tidak tercipta dengan sendirinya,
    hacker juga.


  2. Priyadi
    Oct 2, 2006 at 12:07 am

    harus dibedakan antara hacker dan cracker, atau lebih populer di media dengan nama ‘white hat hacker’ dan ‘black hat hacker’. ini sudah saya tulis di http://priyadi.net/archives/2006/03/06/ambiguitas-istilah-hacker/

    baca juga hacker definition controversy di wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Hacker_definition_controversy


  3. Romi Satria Wahono
    Oct 2, 2006 at 12:51 am

    Saya pikir terminologi cracker lebih pas untuk artikel ini. Beberapa tulisan Eric S Raymond tentang hacker dan hacking activities mungkin menarik jadi referensi:
    http://www.catb.org/~esr/faqs/hacker-howto.html


  4. Budi Putra
    Oct 2, 2006 at 1:21 am

    @ Priyadi & Romi: Terimakasih atas feedbacknya. Tapi saya tidak sedang membahas kedua fenomena tersebut, hanya menulis sepintas beragam karakter hacker (yang paling baik mungkin dekat dengan cracker). Jadi artikel ini hanya menyingggung satu “species” saja. Sebab, kalo saya juga membahas cracker, judul “Bravo, Cracker!” (misalnya) tentu jadi kurang “seksi” karena cracker udah sononya baek …


  5. Priyadi
    Oct 2, 2006 at 1:31 am

    terbalik, justru cracker itu yang umumnya jahat.

    linus torvalds, steve jobs, richard stallman itu hacker. vladimir levin, kevin mitnick, adrian lamo itu cracker.


  6. Yan
    Oct 2, 2006 at 2:30 am

    Memang masalah terminologi ini perlu dijelaskan terus kepada pembaca.
    Sering terjadi seseorang berkata seperti berikut :
    “Ajarin nge-hack dong!”, dan maksudnya ketika ditanya balik adalah
    bagaimana membobol situs, mencuri password, dst.
    Dan tentu saja ini cenderung merupakan aktivitas “cracker”.
    Istilah hacker sendiri kalau tak salah bermula dari lab MIT.
    Menambahkan Priyadi di atas, yang bisa disebut hacker : Alan Cox, Andrew Morton, Larry Wall


  7. IMW
    Oct 2, 2006 at 3:25 am

    Jangan simplikasi membuat permasalahan menjadi kompleks. Sebagai contoh simplifikasi penggunaan istilah hacker.


  8. .:: blognya si plenuk ::. » Argumentasi tentang “Hacker” ???
    Oct 2, 2006 at 5:35 am

    [...] seperti yang di tulis oleh mas Budi putra, wartawan koran tempo. Didalam blog beliau, terdapat berita tentang serangan massal hacker, dan ada pernyataan yang membuat menarik saya untuk membahasnya disini, yaitu ; [...]


  9. Budi Putra
    Oct 2, 2006 at 11:48 pm

    IMW: Saya tidak melakukan simplikasi terhadap istilah hacker. Dan tulisan ini juga tidak berpretensi sebagai tulisan ilmiah teknis.
    Priyadi & Yan: Benar. Substansi tulisan saya menunjukkan simpati saya pada hacker.

    Terlepas dari itu, masukan-masukan di atas jelas berharga buat saya. Apalagi jika saya ingin menulisnya lebih dalam suatu hari nanti.

    Tetapi paling tidak, tulisan ini adalah interpretasi pribadi saya mengenai fenomena ini. Orang lain bisa punya pendapat yang berbeda dengan saya begitu pula sebaliknya.

    Lagi pula yang namanya konsep akan terus berkembang dan berubah. Apa yang menurut kita hari ini paling benar, boleh jadi akan dicibirkan oleh generasi sesudah kita.


  10. IMW
    Oct 3, 2006 at 4:35 am

    Terlepas dari tulisan ilmiah atau tidak, menurut saya penggunaan istilah yang tepat seharusnya tetap dipertahankan. Apalagi di dunia blog melink ke sumber lain adalah mudah sekali digunakan (bukannya ini salah satu kekuatan blogsphere ?).

    Konsep memang dapat berubah (baik secara spiral ala pergeseran paradigma maupun tidak), tetapi tetap saat ini istilah yang benar saat ini buat hacker tidak sama denga cracker. Lain kalau artikel ini sudah “ditendang” di wayback machine.

    Tetap saran saya seperti semula, menyederhanakan penyampaian istilah memang perlu, tapi harus tepat karena untuk menghindarkan kebingungan publik.


  11. Priyadi
    Oct 3, 2006 at 5:38 am

    menurut saya sebaiknya kita hindari istilah ‘hacker’, karena memang rancu, pembaca gak tahu yang dimaksud hacker dalam arti positif atau negatif. akibatnya pernah misalnya linus torvalds diwawancarai bareng dengan kevin mitnick (kalau gak salah), karena menurut pewawancara mereka sama-sama ‘hacker’. ini akan terlihat seperti penghinaan profesi. kira2 kasusnya mirip jika seandainya profesi engineer otomotif disamakan dengan pencuri mobil. wajar kalau orang banyak orang yang berkecimpung di dunia IT akan tersinggung kalau ada yang mencampuradukkan istilah ini.

    kalau mau gak rancu, caranya gampang: pakai bahasa indonesia saja. hacker == pemrogram mahir, cracker == kriminal internet. dan seandainya memang harus menggunakan istilah hacker, gunakan ‘white hat hacker’ dan ‘black hat hacker’.

    oh ya, saya ngerti yang dimaksud di tulisan di atas sebenarnya adalah cracker. saya juga tidak setuju memosisikan mereka ini sebagai pahlawan. kalau mau tahu lebih lanjut bisa lihat di tulisan saya misalnya di http://priyadi.net/archives/2005/03/18/menyoal-moralitas-aksi-e-ganyang/


  12. boedipoetra
    Oct 3, 2006 at 7:32 pm

    IMW & Priyadi:
    Terimakasih atas diskusinya yang menarik dan argumentatif.


  13. ArieL
    Oct 7, 2006 at 4:32 am

    wew, ada pingback nya… aaaaaaaaaaaaaaarrrkhh !
    maap ya mas bud :D


  14. pdvjgk
    Dec 6, 2006 at 3:37 am

    lgsoep…

    xfguiko votskfxu dawwgcwe ycxohnm …


  15. Mystique
    Feb 6, 2007 at 2:38 am

    Cari :
    Hacker Pro, mampu menembus sistem keamanan canggih.
    Ada job. Bagi yg berminat silakan mail ke an93lhe4rt@yahoo.com
    Saya tunggu, dijamin menarik.


  16. Mystique
    Feb 6, 2007 at 2:43 am

    Cari :
    Hacker Pro, mampu menembus sistem keamanan canggih.
    Ada job. Bagi yg berminat silakan mail ke an93lhe4rt@yahoo.com
    Saya tunggu, I need One right now.


  17. free ebooks
    Mar 26, 2007 at 8:43 am

    Yup, I setuju dengan coment bahwa kita tidak boleh lengah dalam berkomputer… tetap waspada!


  18. no nick
    Apr 26, 2007 at 5:49 am

    hidup hacker indonesia,,,dengan menciptakan program-2 atau product-2 yg lebih heboh lagi didunia maya !setuju :D


  19. akulinuxer
    Jun 24, 2007 at 9:32 pm

    HACKER BUKAN CRAKER,INGAT ITU BRO!!!!


  20. ehhm...
    Jun 25, 2007 at 4:24 pm

    di dalam dunia virtual, status “tidaklah menentukan siapa jati dirinya”
    namun “aksi-lah” yang membuatnya menjadi jelas..!


  21. e_nZ@
    Oct 5, 2007 at 10:33 am

    yoepzzz..,
    gw penge bgt jd hacker..,
    tp ingat cuma tk hancurkan kejahatan az..,


  22. willmen46
    Dec 18, 2007 at 9:31 pm

    wow emang indo hacker nya keren-keren
    so keep the spirit of hacking guys
    salam kenal semua nya

    willmen46


  23. asu
    Jul 16, 2008 at 1:27 pm

    untuk para hacker profesional tolong ajarin saya hacker donk? please

Punya komentar/tanggapan?