Tips Ngeblog by Budi Putra

Ganti Operator, Nomor Tetap

Topik: Mobile Technology, Thought

simcard.jpg

Industri seluler Indonesia akan segera menganut prinsip number portability. Nomor telepon seluler yang sudah dibeli konsumen akan menjadi miliknya selamanya kendati telah berpindah operator layanan seluler. Kebijakan ini akan membuat operator semakin meningkatkan kualitas layanan mereka dan konsumen akan jadi “raja” dan “ratu”.

Jadi tak ada lagi ceritanya operator asyik berjualan nomor perdana…

:-)

Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika Basuki Yusuf Iskandar mengatakan pemerintah dan operator sedang mengkaji bersama untuk memberikan hak kepada pelanggan memiliki nomor telepon. Selama ini nomor telepon milik operator.

Menurut Basuki, dengan kebijakan itu, pelanggan yang telah memiliki nomor telepon atau mendaftarkan nomor telepon kepada salah satu operator saat itu juga memiliki nomor telepon tersebut.

Jika si pemegang nomor berganti operator, nomor yang telah dimilikinya tidak akan berubah. Dia mencontohkan, jika seseorang yang telah memiliki nomor telepon Flexi dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) tidak puas dengan layanan yang diberikan dan berpindah ke operator lain, seperti PT Bakrie Telkom Tbk. (Esia), pelanggan itu tetap akan memiliki nomor yang sama.

Selama ini, jika pelanggan berpindah ke operator lain, nomor teleponnya berubah sesuai dengan standardisasi kode penomoran masing-masing operator telepon.

Menurut Basuki, pemberian nomor telepon sebagai hak milik pelanggan ini akan membuat operator meningkatkan kualitas layanan agar pelanggannya tidak mudah berpindah ke operator lain.

Dia berharap kebijakan ini bisa terlaksana dalam 5-10 tahun ke depan. “Studinya saat ini sudah ada dan sedang dikaji dengan operator,” kata Basuki kepada Tempo, Selasa lalu. Koran Tempo, Kamis 21 September 2006.


Tips buat Pembaca Tips Ngeblog

Silahkan berlangganan

by Budi Putra on September 21st, 2006

8 tanggapan untuk artikel ini


  1. josephine
    Sep 21, 2006 at 12:59 am

    Kebijakan ini akan membuat operator meningkatkan kualitas layanan dan konsumen akan jadi “raja”==> Bagusssss!!!
    Qt tunggu implementasinya pk bas, jadikan aq raja eh ratu SEGERA!!!


  2. didats
    Sep 21, 2006 at 1:29 am

    KEREN!


  3. hadik
    Sep 21, 2006 at 1:31 am

    wah…ini berita yang bagus mas…saya udah lama kecewa sama operator yang selama ini saya pakai, tetapi karena harus ganti nomor kalo ganti operator, sedangkan nomor yang sekarang udah lama banget, jadinya males untuk ganti. Terima kasih atas infonya.


  4. JalanSutera.com » Gonta-ganti Nomor itu
    Sep 21, 2006 at 8:45 pm

    [...] Tapi, seperti ditulis oleh KoranTempo, sebentar lagi industri telekomunikasi akan menerapkan mobile number portability. Artinya, nomor telepon seluler yang sudah dibeli konsumen akan menjadi miliknya selamanya kendati telah berpindah operator layanan seluler. Apa tujuan penerapan prinsip ini? Tujuannya agar operator semakin meningkatkan kualitas layanan mereka. Tentu saja yang diuntungkan adalah konsumen. [...]


  5. golda
    Sep 24, 2006 at 2:50 pm

    Kalo ngga salah, aku pernah denger malah memang sudah bisa dilakukan, bener ngga sih? Apa harus nunggu beberapa tahun lagi?


  6. #!/Dudi/Gurnadi » Number Portability
    Sep 29, 2006 at 11:22 am

    [...] Basuki Yusuf Iskandar selaku Dirjen Postel mengatakan bahwa sedang mengkaji kemungkinan Number Portability. Lalu apa sebenarnya yang menguntungkan dari Number Portability ini? Budi Putra menjelaskan melalui blognya sebagai berikut : [...]


  7. dudi
    Sep 29, 2006 at 11:43 am

    Mas Budi, mohon maaf ada pergantian judul posting saya. Jadi pingback yang masuk ada 2 kali :). Dihapus aja pingback yang berjudul “penantian number portability” :)


  8. Quality Indonesian Blogger » Blog Archive » Number Portability
    Jan 22, 2007 at 11:20 pm

    [...] Basuki Yusuf Iskandar selaku Dirjen Postel mengatakan bahwa sedang mengkaji kemungkinan Number Portability. Lalu apa sebenarnya yang menguntungkan dari Number Portability ini? Budi Putra menjelaskan melalui blognya sebagai berikut : [...]

Punya komentar/tanggapan?