Topik: Budi Putra, Column, Mobile Technology, Tips & Trick
Sebetulnya mana yang lebih berharga: kumpulan data yang tersimpan di dalam telepon seluler atau perangkat telepon itu sendiri?
Bagi saya, dan saya yakin bagi hampir semua pengguna telepon bergerak, yang paling berharga adalah data-data yang tersimpan di dalamnya.
Data-data itu bisa berupa alamat dan nomor kontak, pesan pendek (SMS), kalender, plus agenda di dalamnya, termasuk catatan (log) panggilan masuk dan keluar dari telepon seluler alias ponsel.
Apalagi bagi pengguna ponsel pintar macam Nokia Communicator–yang sudah menjadi semacam “kantor berjalan” dan karenanya tentu banyak sekali data di dalamnya.
Yang paling gawat kalau Communicator ini diembat pencuri atau tercecer entah di mana. Masalahnya kita bukan sekadar kehilangan data-data di dalamnya, tapi bagaimana kalau data-data konfidensial jatuh ke tangan kompetitor?
Solusi ini muncul dari arena Nokia Communicator Community Gathering, Jumat lalu, yang sekaligus memperingati 10 tahun kehadiran Communicator di Indonesia di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.
Sejak 1996, lima generasi Communicator sudah meramaikan pasar Indonesia, yakni 9000, 9110, 9110i, 9210, 9210i, serta trio 9500, 9300, dan 9300i.
inTouch Wireless Services, selaku mitra Nokia Mobile Indonesia, meluncurkan aplikasi AirGuard.
Managing Director inTouch Wireless Services Kendro Hendra menjelaskan peluncuran aplikasi AirGuard yang inovatif ini sejatinya merupakan permintaan pengguna Communicator sendiri.
Ketika Communicator yang hilang itu dinyalakan orang lain, AirGuard secara otomatis akan mengirim SMS atau melakukan panggilan ke nomor yang sudah ditentukan si pemilik sebelumnya sehingga pemilik dapat menghubungi orang yang menemukan Communicator yang hilang walau kartu SIM-nya sudah diganti.
Selanjutnya, jika orang yang mendapatkan Communicator itu bukan tipe orang yang akan sukarela mengembalikan telepon pintar tersebut kepada pemiliknya alias memang niat mencuri, AirGuard punya jurus berikutnya agar data-data di dalamnya bisa diselamatkan.
Pemilik, misalnya, dapat memberikan instruksi melalui SMS kepada AirGuard untuk mem-back-up dan menghapus data yang ada dalam Communicator.
Pemilik juga dapat mengirimkan instruksi agar alarm Communicator tersebut terus-menerus berbunyi kendatipun sudah disetel silent.
Setidaknya AirGuard bisa membuat orang yang mencuri Communicator jadi panas-dingin dan pusing tujuh keliling.
Budi Putra
Koran Tempo, 17 September 2006 | e-culture
Silahkan berlangganan
Pengguna MySpace Target Phishing, Duel 3G: UMTS Versus 1xEV-DO, Sejarah Blog di Indonesia, Ayo Bikin Toko Online, Lima Langkah Efektif Menulis Posting, Melongok Adsense ala Indonesia, Insentif Vista dari Microsoft, Berkah Bencana Internet Asia,
harry
Sep 17, 2006 at 5:38 pm
jadi ingat, saya pernah membaca posting di sebuah forum HP, dimana ada seseorang kehilangan data2 di Nokia Communicatornya. Ketika dia ingin restore dari backupnya yang dibuat dengan software Nokia PC Suite, entah kenapa tidak bisa.
Jadi kalau ingin backup data di Communicator Anda, sebaiknya copy biasa saja. Jangan hanya mengandalkan fasilitas backup dari Nokia PC Suite.
bintar
Sep 18, 2006 at 7:33 pm
iya.. kemaren juga ada temen yg dikasih simcard backuper. klo ga salah merknya mobile365. Enak sih, kala butuh space lebih banyak, data yg lama ga usah diapus..simpen aja…!
disini juga ada nih alat backup simcard :
http://www.web-sites.co.uk/onlineshop/simcard-data-backup-from-gadget-storm-p-5738.html